loading...

THE ADVENTURE IN DUBAI




Uni Emirat Arab adalah salah satu negara paling kaya di dunia. Kaya akan cadangan gas alam dan minyaknya yang melimpah.
Negara yang dahulunya padang pasir langsung bisa disulap menjadi surga dunia yang menakjubkan. Ibukotanya Abu Dhabi tapi kota yang terkenal adalah Dubai. Ada hotel di bawah laut dan gedung tertinggi di dunia. Ketika aku masih duduk di SMA kelas 11, aku yang biasanya mengikuti berita mengenai perkembangan dunia menyaksikan berita internasional yang mengupas mengenai pembangungan gedung tertinggi dunia. Seketika juga kutelan lidahku biar tidak ngiler keluar mulut. Oh Tuhan... kapan ya aku bisa kesana? Aku berdoa menengadahkan tanganku agar aku bisa kesana suatu hari.
Subhanallah, 4 tahun sesudahnya, aku berhasil menginjakkan kakiku ke negeri Emirat, tepatnya di Kota Dubai. Aku mendapat hadiah tiket gratis dari Emirates Airlines. Selain tiket PP gratis, aku juga mendapatkan akomodasi di hotel dengan kualitas bintang 5. Dan itu adalah pertama kalinya aku keluar dari Indonesia. Setelah 8 jam perjalanan dari Jakarta dan semenjak mengjnjakkan kakiku di bandara Dubai International, aku sudah bergumam melihat bandara Dubai yang eksotis dengan atap-atapnya yang tinggi dan dekorasi yang amat menarik. Karyawan-karyawan yang bekerja di bandara Dubai banyak yang berasal dari mancanegara. Setelah menyelesaikan administrasi di bandara, aku keluar menuju mobil jemputan yang akan membawaku ke hotel.
Wah, aku diberikan akomodasi di hotel berbintang 5, dan gratis makan 3x sehari yang seperti makanan di istana, bagaimana tidak, banyak sekali menu makanannya, dan semuanya mantap, mau minum apa aku tinggal bilang ke pelayan. Waktu itu aku terkejut, karena salah satu pelayannya adalah TKW asal Surabaya.


Setelah itu, aku mencari informasi, peta, tanya orang-orang bagaimana aku bisa pergi ke gedung tertinggi di dunia. Akhirnya aku temukan bahwa aku bisa bepergian dengan metro. Saat pergi ke metro, stasiunnya itu lho seperti bandara ! busyet.... hehehe...! dari stasiun Ggico, setelah 25 menit aku sampai di stasiun Burj Dubai, dekatnya gedung Burj Dubai.

Subhanallah, inilah gedung yang aku impi-impikan waktu SMA dulu, yang dulu Cuma bisa lihat dari tipi, mau ngiler rasanya, sekarang mataku terbelalak melihatnya. langsung saja fota-foto, banyak turis juga yang foto-foto di depan stasiun yang belakangnya kelihatan gedung Burj Khalifa.


Lalu, aku mulai berjalan menuju kesana sambil melihat panorama jalan-jalan di kota Dubai. Mobilnya bagus-bagus, banyak BMW mercedes tipe terbaru, dan mobil-mobil mewah lainnya. Orang-orang di kota Dubai, campuran, malah banyak bulenya daripada orang Arab sendiri. Ah, dalam hatiku ini seperti bukan berada di Arab. Nah sekarang lanjut lagi gedung Burj-Khalifa, semula aku pikir terasa jaraknya dekat dari stasiun menuju gedung itu dengan jalan kaki, tapi kenyataannya ? setelah berjalan lumayan jauh, aku malah gak sampai-sampai, aku malah mampir ke Dubai Mall. Wow, mallnya top klop, gedhe banget, amazing, atapnya dihiasi langit bintang-bintang, ada juga akuarium besar seperti di dufan, ada juga corak masjid seperti istana raja.


Setelah kelelahan berjalan-jalan di dalam mall,tidak beli apa-apa karena harganya mahal-mahal,hehehe.. Aku kembali menyusuri jalan dimana gedung megah itu berada. Apa yang terjadi? Setelah berjalan lama, aku malah tersesat gak tau arah dimana berada. Badanku dah capek, akhirnya dengan temanku juga, kuputuskan kembali lagi ke hotel, dari luar aku masih bisa memandangi Gedung Burj-Khalifa yang menjulang tinggi nampak megah dengan sorot lampu di malam hari. Tidak apalah, walau belum sampai kuinjakkan kakiku di gedung megah itu, setidaknya aku sudah bisa foto-foto...hehehe..

Pecinta Alam  Cah Kediri

loading...

"Lebih baik aku lelah mengejar matahari, daripada aku berdiam diri menunggu bintang jatuh"

Share this

Related Posts

loading...