loading...

Nasi Tumpang dan Cara Pembuatanya



Nasi tumpang adalah nasi yang menggunakan kuah berupa sambal tumpang. Sambal tumpang sendiri merupakan sambal yang dibuat dengan bahan baku tempe yang sudah basi (tempe bosok) dan dimasak dengan ayam serta kadang-kadang rambak (kulit sapi). Cara penyajiannya sama persis dengan nasi pecel yang sudah populer.

Tidak semua tempe bisa digunakan. Hanya daerah tertentu yang dapat menghasilkan tempe yang dapat basi sesuai dengan yang diinginkan. Tempe daerah Malang juga tidak bisa digunakan sebagai bahan sambel tumpang, karena tidak bisa basi sesuai dengan kriteria sambal tumpang. Kalaupun dipaksakan dibuat bahan, maka rasanya tidak dapat sesedap aslinya.

Nasi tumpang populer di daerah Kediri dan sekitarnya dan digunakan sebagai menu sarapan pagi, dijual di warung-warung makan di pagi hari yang hanya menjual nasi pecel dan nasi tumpang. Di pusat kota Kediri, tepatnya di Jalan Dhoho, setiap malam di atas pukul 21.00 WIB, setelah pertokoan tutup, seluruh trotoar di jalan itu menjadi warung lesehan nasi pecel dan nasi tumpang. Mirip dengan lesehan gudeg di jalan Malioboro Jogjakarta.

Cara Pembuatanya Sambal Tumpang :
- Kaldu daging dan tetelan, santan, tepung beras, dan tempe bosok (tempe yang dibusukkan)

Bumbu :
- cabe merah, cabe rawit, kencur, bawang putih, daun jeruk purut, laos, daun salam dan garam

Cara Membuat
- Rebus tempe bosok

- Rebus cabe rawit, cabe merah, bawang putih

- Kemudian haluskan tempe bosok

- Haluskan juga cabe rawit, cabe merah, bawang putih

- Rebus daging dan tetelan

- Masukkan semua bumbu dan tempe bosok tadi ke dalam kaldu daging tadi.

- Kalau sudah agak matang tambahkan santan. Aduk sampai matang

- Ambil sedikit tepung beras cairkan dengan air matang dan masukkan ke dalam rebusan tadi.

- Aduk hingga tercampur semua.

- Tunggu hingga matang.

Penyajian

- Siapkan taoge, kacang panjang dan kangkung yang sudah direbus di piring.

- Guyur dengan sambal tumpang

- Tambahkan kerupuk dan rempeyek di atasnya

- Siap untuk disantap.
loading...

"Lebih baik aku lelah mengejar matahari, daripada aku berdiam diri menunggu bintang jatuh"

Share this

Related Posts

loading...