loading...

Cara Menanam Cabai Rawit dan Cara Mengatasi Hama Cabai Rawit



Cabe rawit merupakan salah satu tanaman yang termasuk kedalam jenis sayuran, tanaman ini sering digunakan untuk masakan agar masakan memiliki cita rasa yang beragam dengan keberadaannya cabai rawit tersebut. Rasa yang disumbangkan oleh manfaat cabe rawit merupakan rasa pedas, hal ini dikarenakan pada tumbuhan cabai rawit terdapat capsaicin yang menghasilkan rasa pedas pada tumbuhan ini.

     Cabai rawit memiliki nama ilmiahnya yaitu Capsicum frutescens yang masuk kedalam tanaman Solanaceae atau terung-terungan. Jenis cabai rawit pun berbeda-beda, diantaranya cabai rawit putih, cabai rawit ceplik, cabai rawit ceblik hijau. Dimana cabai rawit ini memiliki kandungan capsaicin yang berbeda dengan setiap mg/g berat kering, capsaicin yang paling banyak terdapat pada cabai rawit putih dengan angka 13,5 mg/g berat kering.
     Selain capsaicin, kandungan lain yang terdapat pada cabai rawit diantaranya yaitu :

  • Betakaroten atau provitamin A
  • Vitamin C
  • Vitamin B1
  • Vitamin B2
  • Mineral
  • Kalsium
  • Fosfor
  • Capsaicin
  • Zat Kapsaikin
  • Zat Kapsisidin
  • Protein
  • Karbohidrat
  • Zat Besi
  • Niacin
  • Lasparaginase
  • Kalium
  • Tembaga
Pemilihan Benih Cabe Rawit

Banyak sekali jenis cabe rawit untuk budidaya dengan jenis dan keunggulannya masing-masing, anda dapat memilih jenis hibrida seperti jenis cabe rawit di atas. Perhitungan untuk modal utama anda di ukur dan di jumlah terlebih dahulu berapa kebutuhan bibit cabe rawit untuk luas lahan. Jika anda ingin menekan biaya, kami sarankan untuk membuat penyeleksian benih cabe secara manual “ membuat benih cabe sendiri “ yang di perkirakan cocok untuk kondisi lahan and, benih yang di hasilkan biasanya di dapat dari tanaman yang sebelumnya setelah masa dormansi selesai, di sarankan benih yang di hasilkan dari panen ke 4 sampai ke 6 untuk ke 6 ke atas, kami sarankan jangan gunakan lagi, karena hasilnya akan lebih buruk jika di paksakan dan tidak optimal. Tanaman cabe bisa panen lebih dari 3 x, pada masa panen memiliki fase, fase pertama sampai ke 3 biasanya cabe yang di hasilkan masih sedikit, kemudian untuk panen selanjutnya dan menjelang akhir panen, jumlah biji yang di hasilkan akan meningkat lebih banyak tetapi kecil – kecil. Untuk memilih benih cabe rawit yang baik, pilih beberapa tanaman yang sehat dan terlihat kuat. Dari tanaman tersebut pilih buah yang bentuknya sempurna, bebas dari serangan penyakit dan hama. Kemudian biarkan buah tersebut menua pada pohon. Kalau memungkinkan biarkan buah hingga mengering di pohon.Setelah buah di ambil buahnya, potong dengan arah membujur pada kulit buah. Pisahkan kulit buah dan biji yang terdapat pada ujung-ujung buah untuk di ambil bagain tengah buah, karena di dalam buah bagaian tengah biasanya lebih berkualitas di bandingkan dengan biji yang terdapat pada ujung buah.
Rendam semua biji seleksi anda pada larutan air bersih, tujuanya agar biji dapat di pastikan bersih dari kotoran yang menempel. Dengan merendam biji cabe rawit di dalam air, anda dapat melihat biji yang benar-benar baik, di tandai dengan tenggelamnya biji biasanya itu lah biji yang berkualitas. Buang semua biji yang mengapung di air, kemudian siapkan tampan “ wadah untuk menjemur biji “ untuk di jemur selam 3 hari.
Berbeda lagi dengan sasaran untuk organik, biasanya untuk yang organik di bedakan dengan proses perendaman yang menggunakan fungisida tujuanya agar biji dapat terhindar dari jamur.
Kita dapat mengukur dari kandungan air atau kadar air pada biji, hal ini sangat penting untuk tujuan kita, jika anda ingin menyimpan biji ini dengan jangka waktu yang panjang kadar air yang di gunakan harus benar-benar kering, jika kering kemungkinan anda sudah berhasil untuk membuat biji dengan proses dormansi “ dormansi adalah proses masa tidur tanaman “ dan bisa di simpan lebih dari 2 tahun dalam penyimpanan.
Benih yang baik anda bisa menggunakan pengecekan “ uji kecambah “ biji cabe rawit dapat tumbuh hingga 80 % ke atas. Jika anda mengecek daya kecambah kurang dari 50 % lebih baik jangan di tanam.

Ada beberapa faktor di dalam pertumbuhan yaitu :



  • Persemaian benih cabe rawit
Sebelum menanam hitung kebutuhan benih anda, jika anda menanam dengan luas satu hektar di pasti kebutuhan anda adalah 0,5 kg. Kemudian semai “ nursery “ dengan di berikan naungan, tujuanya untuk menghindari sinar matahari langsung, kesetabilan suhu, menghindari dari hujan, kelembaban yang terjaga dan terpaan angin. Siapkan polybag ukuran 5×10 cm, untuk di isi tanah semai hingga ¾ bagian. Untuk membuat media persemaian, anda dapat membuat sendiri dengan campuran tanah, arang sekam dan kompos perbandinganya 1: 1 : 1. Media semai harus memiliki setruktur yang gembur dan halus bertujuan untuk mempermudah perakaran benih, untuk mencapai setruktur tersebut anda perlu mengayak semua bahan di atas. Semua bahan sudah siap, kemudian langkah selanjutnya anda harus merendam biji yang tadi anda keringkan dalam air hangat selama 6 jam tujuanya agar menghilangkan proses dormansi biji cabe rawit. Kemudian tanam biji ke dalam polybag sedalam 0,5 cm, tutup biji dengan tanah semai. Kemudian kita lakukan perawatan dengan penyiraman secara teratur setiap pagi dan sore. Untuk menghindari kucuran air yang terlalu deras, di sarankan menggunakan penutup bagian atas benin dengan kertas koran. Kemudian siram menggunakan gembor jika menggunakan gembor, air yang turun akan jatuh pada polybag secara berlahan dan kesetabilan kelembaban akan terjaga karena kertas koran tersebut. Setelah dua minggu dapat di pastikan bibit siap tanam. Tapi biasanya pada hari ke-7 bibit sudah mulai tumbuh. Bibit cabe rawit baru bisa dipindahkan ke lahan terbuka setelah berdaun 4-6 helai atau kira-kira berumur 1 hingga 1,5 bulan.


  • Pengolah lahan dan penanaman cabe rawit
Bibit yang kita siapkan sudah benar-benar siap untuk di tanam, kemudia anda siapkan lahan untuk penanaman, pengolahan lahan bisa kita gunakan dengan cara membjaknya dengan kedalam 40 cm. Kita ukur ph tanah, jika lahan terlalu asam anda bisa menetralkan dengan menambahkan kapur dolomit, biasanya di berikan dengan kisaran 1-4 ha/ton tergantung dari tingkat ke asaman pada lahan. Kemudian pada bedengan buat dengan lebar 100-110 cm dengan tinggi 30-40 cm dan panjang tergantung dengan lahan anda, jarak antara lebar berkisar 60. Jika tanah kurang unsur hara, anda harus menambahkan pupuk dasar atau bisa dengan urea, sp36 dan KCL secukupnya.
Jika anda ingin menambah kualitas produktivitas kami sarankan agar menggunakan mulsa hitam perak, namun anda harus mempertimbangkan dengan segi biaya, karena menggunaka mulsa hitam perak biaya lumayan besar. Karena jika di lihat dari pasaran cabe rawit di pasaran agak kurang jika di bandingkan dengan cabe besar, jika di kolkulasikan akan rugi. Berbicara tentang mulsa, sebenarnya ada alternatif lain untuk menghemat biaya yang kita keluarkan oleh petani. Anda dapat menggunakan mulsa organik dengan memanfaatkan jerami dan potongan batang jagung halus. Buat lubang tanam dengan pola zig-zag dengan ukuran 50-60 cm, lubang tanam dibuat dalam dua baris dalam satu bedengan dengan jarak antar baris 60 cm. Pembuatan lubang dibuat zig-zag tidak sejajar. Hal ini berguna untuk meningkatkan penetrasi sinar matahari dan sirkulasi udara. Kemudian tahap transplanting “ pemindahan bibit dari polybag ke lahan “, sobek bagain polybag kemudian masukan kedalam lubang tanam dan tutup perakaran menggunakan tanah. Di sarankan anda melakukan transplanting pada saat pagi hari atau sore hari. Dan usahakan anda menanam dengan cepat dan rapi dalam satu hamparan 1 ha sehari sudah berse dengan serentak.


  • Prawatan dan pemeliharaan cabe rawit
Dalam pemeliharaan tanaman cabe rawit cukup mudah, penyiraman bisa di lihat dari kelembaban tanaman, bila tanah mengering kita siram menggunakan air dengan kelembaban kisaran 70% dari keseluruhan. Di dalam pengiran anda bisa menggunakan sistem leb bedengan “ merendam semua bedengan dengan ketinggian setengah dari bedengan “ namun metode ini jika di daerah anda banyak tersedia air.


  • Pemupukan sususlan cabai rawit
Setelah di pupuk yang pertamakali, anda harus menambahkan pupuk susulan kisaran umur tanaman cabe rawit 1 bulan selanjutnya setiap panen secara terus menerus di berikan pupuk susulan. Pemupukan bisa menggunakan pupuk organik atau kompos atau dengan pupuk cair.
Tambahkan pupuk cair yang sudah di larutkan dengan perbandingan 100ml / tanaman. Jika anda menggunakan pupuk kompos berikan 500-700 gram/tanaman. Atau menggunakan pupuk NPK dan urea.


  • Penyiangan cabai rawit
Dari kebanyak pembudidaya cabe rawit sangat di jarangkan menggunakan mulsa, sehingga penyiangan harus secara rutin di lakukan, untuk menghindari pertumbuhan gulma.
Pengendalian hama dan penyakit cabe rawit. Untuk tanaman cabe rawit biasanya tanaman ini sangat kuat menghadapi hama dan penyakit. Namun bukan tidak mungkin terserang hama dan penyakit, kita harus mengantisifasi sebelum tenaman kita sakit.


  • Pengendalian Hama penyakit cabe rawit
Hama pada tanaman cabe rawit yang umum di temukan :

  • Aphis
  • Lalat buah
  • Kapik

Yang umum terjadi pada bagian buah cabe rawit terkena penyakit patek yang di sebabkan oleh sejenis serangga yang menanamkan larpa menimbulkan penyakit. Namun bukan hanya penyakit patek ada beberapa penyakit cabe rawit yang harus anda ketahui yaitu Keriting daun biasanya timbul saat musim hujan, di karenakan ph asam basa dari air hujan yang menempel pada daun cabe rawit.


  • Pemanenan cabe rawit
Panen dapat di lakukan pada umur 2,5 – 3 bulan di hitung sejak tanam. Pemanenan bisa di lakukan hingga tanaman cabe mencapai umur 6 bulan bahkan bisa lebih, umur maksimal cabe rawit adalah 24 bulan. Fase panen hingga 15-18 kali dalam sekali tanam. Perhitunganya pada umur yang tua hasil panen akan berkurang dan kualitas cabe akan menurun sehingga tidak ekonomis lagi. Hasil yang di dapat jika anda berhasil membudidayakanya bisa mencapai 30 ton/ha bahkan bisa lebih dari jumlah itu.
Kami sarankan memanen cabe rawit pada pagi hari. Caranya dengan memetik buah berserta tangkainya. Buah yang yang baik bentuknya ramping dan padat berisi. Tipe buah seperti ini biasanya rasanya pedas dan dihargai lebih tinggi di pasar dibanding buah yang besar namun kopong.

  • Cara Mengatasi Hama Cabai Rawit
Perubahan cuaca sering menjadi penyebab utama berkembangnya hama penyakit cabai rawit. Kondisi cuaca yang tidak stabil diperparah dengan pertanaman yang terlalu rapat juga merupakan faktor utama munculnya berbagai penyakit utama tanaman cabai rawit. Untuk mengatasi masalah penyakit cabai rawit ini, pada umumnya digunakan cara pengendalian secara konvensional , yaitu penggunaan pestisida secara intensif. Pemeliharaan tanaman dengan selalu menjaga kebersihan kebun merupakan syarat utama disamping usaha penyemprotan dengan pestisida secara bijaksana.

Beberapa penyakit cabai rawit, diantaranya adalah :
  • Layu bakteri (Ralstonia solanacearum) , penyakit ini ditandai dengan daun layu mulai dari pucuk sampai ke bagian bawah. Apabila batang, cabang, atau pangkal batang dibelah akan terlihat warna cokelat kehitaman dan busuk. Cabai rawit yang diserang layu bakteri bila dicelupkan ke dalam airakan mengeluarkan lendir berwarna putih. Serangan dapat menular melalui air yang tercemar. Penanggulangan layu bakteri dapat menggunakan cara mencelup bibit cabai rawit ke dalam air yang diberi bakterisida Agrimycin. Drainase disekitar bedengan diperbaiki agar tidak becek/ berlumpur.
  • Layu cendawan Sclerotium rolfii Sacc., penyakit ini disebabkan oleh serangan cendawan yang menyebabkan layu tanaman secara tiba-tiba daun berubah menjadi kuning dan lama kelamaan berubah menjadi cokelat. Biasanya menyerang leher akar yang ditandai dengan adanya mycelium berwarna putih. Pengendalian dilakukan dengan menggunakan perlakuan pemberian kapur pada saat pengolahan tanah, pergiliran tanaman dan perlakuan tanah dengan Basamid-G.
  • Busuk daun, hawar, lodoh yang disebabkan oleh Phytopthora capsici), biasanya yang diserang adalah bagian batang, daun dan buah. Ciri-cirinya adanya bercak -bercak kecil di tepi dan bentuknya tidak beraturan dan pada akhirnya akan menyebar ke seluruh daun. Tanda serangannya adanya bercak basah dan akan meluas sehingga akan membusuk sehingga buah cabai akan terlepas dari tangkainya. Hal ini dapat ditanggulangi dengan Ridomil MZ, Sandovan MZ. Kocide atau polyran.
  • Embun tepung/ Powdery mildew, disebabkan oleh cendawan Leveillula taurica, biasanya menyerang tanaman cabai rawit yang ditanam pada dataran tinggi sekitar 700 m di atas permukaan laut. Penyakit ini ditandai dengan adanya bercak pada permukaan daun berwarna kekuningan, jika daun di balik akan tampak tepung berwarna putih keabu-abuan. Serangan dimulai dari daun tua dan akan menyebar ke daun muda. Penanggulangannya dengan menggunakan fungisida berbahan aktif karbendazim. Sedangkan embun tepungnya disebabkan oleh cendawan Oidiopsis sicula Scal dan dikendalikan dengan Afugan 300 EC dan Rubigan 120 EC.
  • Bercak daun disebablan oleh Cercospora capsici, tandanya adalah bercak-bercak bulat kecil pada daun, merupakan ciri khas serangan Cercospora capsici. Warna bagian dalam lingkaran berbeda dengan tepi lingkaran. Bercak tersebut akan meluas mencapai sekitar 0,5 cm. Warna bercak pucat sampai putih dengan warna lebih tua pada bagian tepinya. Bagian batang dan tangkai daun juga diserang. Penanggulangannya menggunakan fungisida Topsin, Velimek, benlate, Derasol, Score secara berganti-ganti, disamping selalu menjaga kebersihan kebun cabai rawit.
  • Layu Fusarium, disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporium f.sp. capsici, fusarium akan mengganas pada tanah masam. Tanda serangan fusarium adanya tajuk cabai yang menguning dan tulang daun bagian atas warnanya memucat dan tangkainya merunduk. Apabila pangkal batang,dekat akar di toreh akan tampak cincin cokelat kehitaman diikuti busuk basah pada pembuluh akar. Cara penanggulangannya dengan memberikan kapur pada tanah agar pH tanah sesuai dan tidak masam. Hindari adanya genangan air pada bedengan dan rendam benih cabai dengan larutan benlate selama 10 menit.
  • Bercak Alternaria, disebabkan oleh cendawan Alternaria solani Ell & Marf. Bercak ini disebabkan oleh cendawan dengan gejala serangan timbulnya bercak warna cokelat tua sampai kehitaman dengan lingkaran konsentria, membesar dan akhirnya bergabung menjadi satu. Pengendaliannya dengan cara penyemprotan menggunakan fungisida Sandofan 10/56 WP, kocide 77 WP atau polyram 80 WP secara berselang-seling.Bercak bakteri Xanthomonas campestris pv.vesicatoria, Patogen ini menyerang daun, buah dan batang. Di tempat yang terserang akan menimbulkan bintik-bintik berwarna cokelat di bagian tengah dan dikelilingi lingkaran klorosis tidak beraturan. Gejalanya sangat jelas terlihat di permukaan daun sebelah atas. Pada buah cabai rawit gejala serangannya ditandai bercak cokelat. Bercak bakteri ini ditanggulangi dengan merendam benih dengan menggunakan bakterisida berbahan aktif stretomicyn sulfat dan oksitetrasiklin. Buang jauh dari pertanaman daun, ranting dan buah yang terinfeksi cendawan ini. Lakukan rotasi benih yang di tanam, agar terputus cendawan tersebut. Selain itu dapat pula digunakan fungisida berbahan aktif tembaga seperti kocida 60 WDC, Cupravit dan Trimiltox.
loading...

"Lebih baik aku lelah mengejar matahari, daripada aku berdiam diri menunggu bintang jatuh"

Share this

Related Posts

loading...