loading...

Cara Mengatasi Penyakit Influenza/ Flu Pada Bayi dan Cara Mencegah Penyakit Influenza/ Flu



Bagi para orang tua, mengetahui bahwa bayi atau anaknya sagat rentan terserang penyakit adalah suatu kewajiban yang tidak bisa ditinggalkan. Hal ini dimaksudkan agar antipasti orang tua itu sendiri terhadap kesehatan bayi dan anak bisa terus dilakukan setiap saatnya. Pada umumnya bayi dan anak masih memiliki daya tahan tubuh yang belum maksimal layaknya orang dewasa. Sehingganya wajar jika bayi dan anak mudah terserang penyakit terutama serangan flu atau influenza.
Bagi sebagian orang tua, terkadang penyakit influenza pada bayi dan anaksering dianggap penyakit biasa dan sering pula hanya dibiarkan saja tanpa adanya penangan khusus terutama dari medis. Tetapi, perlu diketahui bahwa bila penyakit ini dibiarkan terus menerus bagi bayi dan anak yang memang kondisi daya tahan tubuhnya saat itu sangat lemah maka penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi dan infeksi saluran pernapasan lainnya. Berikut merupakan ulasan mengenai penyakit influenza (flu) yang sering menyerang pada bayi atau anak.

Apa Itu Penyakit Influenza (Flu) ?
Penyakit Influenza atau flu adalah penyakit menular yang disebabkan oleh RNA viru s dari familia Orthomyxoviridae (virus influenza). Influenza merupakan penyakit yang mirip dengan penyakit common cold namun lebih berat dibandingkan dengan common cold itu sendiri. Influenza dapat menimbulkan mual, dan muntah, terutama pada bayi dan anak. Influenza yang disebabkan oleh virus influenza A dan B dapat menyebabkan flu musiman setiap tahunnya.

Gejala Penyakit Influenza (Flu) Pada Bayi dan Anak
Untuk bayi dan anak yang menderita influenza, pada umumnya mengalami keluhan demam, nyeri sendi, nyeri otot, dan batuk kering lebih sering terjadi dan lebih berat dibanding penderita common cold. Gejala tersebut biasanya timbul dalam 1 sampai 4 hari setelah terinfeksi. Bila penyakit common colddiidentifikasi sebagai penyakit ringan yang ditandai dengan batuk pilek biasa yang sering kali terjadi pada anak dan jarang menimbulkan komplikasi/masalah kesehatan yang serius. Lain halnya dengan influenza, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi pada pula bagi bayi dan anak bila terkena influenza yang terus menerus, hingga kondisi tersebut menyebabkan bayi dan anak tentunya harus dirawat inap dirumah sakit.

Cara Penularan Penyakit Influenza Pada Bayi dan Anak
Penularan influenza pada bayi dan anak sama halnya dengan penyakit common cold yakni melalui udara dari manusia ke manusia. Perbedaannya, penularan influenza bisa juga dari hewan ke manusia misalnya yang terjadi pada penyakit flu burung, virus avian influenza A (H5N1) ditularkan dari burung kemanusia. Virus influenza A sendiri dapat ditemukan pada ayam, bebek, babi, dan kuda. Beberapa orang yang sudah terinfeksi bila memiliki kekebalan dan daya tahan tubuh yang prima tidak selalu jatuh sakit, namun ia tetap dapat menularkan virus influenzatersebut ke orang disekitarnya, pun begitu pula halnya dengan bayi atau anak.

Cara Mencegah Penyakit Influenza (Flu) Pada Bayi dan Anak 
Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan melanjutkannya hingga 2 tahun. ASI sendiri diyakini mampu mencegah infeksi pernafasan pada anak. 
Menjaga daya tahan tubuh bayi dan anak, dengan istirahat cukup dan makan teratur serta bergizi. 
Vaksin influenza diberikan pada kelompok penderita yang memiliki risiko tinggi menderita komplikasi akibat influenza, yaitu: 
  • Bayi/anak yang memiliki kelainan darah. 
  • Bayi/Anak yang menderita asma 
  • Penderita kelainan jantung, misalnya kelainan jantung bawah. 
  • Bayi/ Anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, seperti menderitapenyakit HIV atau AIDS. 
  • Penderita gangguan ginjal dan hati. 
  • Pemberian pada bayi minimal berusia 6 bulan. 
  • Menjaga kebersihan bayi dan anak, misalnya dengan membiasakan cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah bermain. 
  • Hindari bayi atau anak untuk menggunakan alat makan bersama dengan orang yang sedang menderita penyakit 
  • Menghindari kontak langsung dengan penderita influenza 
  • Menggunakan masker jika terjadi wabah influenza 

Apa yang Sebaiknya Dilakukan?
Alih-alih memberikan obat pilek bayi, beberapa tindakan di bawah ini disarankan kepada para orang tua saat bayi mereka mengalami flu.
  • Redakan demam Si Kecil, Jika Si Kecil baru berusia 3 bulan atau lebih muda dan mengalami demam, orang tua atau pengasuh sebaiknya segera menghubungi dokter. Seorang dokter anak menyatakan bahwa obat dengan kandungan asetaminophen dapat diberikan pada anak berusia 4 bulan ke atas. Pastikan dosis obat yang digunakan adalah dosis untuk tetes obat bayi bukan untuk tetes obat anak. Jika ragu-ragu, hubungi dokter untuk memastikan dosis pemberian yang tepat.
  • Menjauhkan bayi dari kondisi dehidrasi, Menjaga cairan tubuh bayi tetap terjaga penting dilakukan, tidak membeda-bedakan berapa usia Si Kecil. Untuk bayi yang berusia kurang dari empat bulan, hanya ASI atau susu formula yang dibutuhkannya. Tambahkan sedikit air putih selain ASI untuk bayi yang sudah berusia empat bulan. Bagaimana dengan jus buah-buahan? Jus yang diencerkan dengan air putih boleh saja diberikan kepada bayi dengan syarat bahwa dia sudah berusia enam bulan ke atas.
  • Meninggikan posisi kepala, Agar pernapasan bayi lebih baik saat mengalami pilek, cobalah membuat Si Kecil tidur dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi. Untuk memudahkan posisi ini, tempatkan beberapa handuk di antara kepala dan kasur. Hindari memakai bantal untuk menopang bayi karena hal ini berisiko menyebabkan bayi mengalami mati lemas akibat terhalang jalan napas. Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan membiarkannya tidur di kursi mobil khusus bayi (infant car seat) dalam posisi semi tegak.
  • Redakan hidung tersumbat, Ketika mengalami flu, hal yang paling mengganggu adalah hidung tersumbat. Agar bayi tidak terlalu tersiksa dengan hidung tersumbat, seorang dokter anak menyarankan untuk menggunakan aspirator hidung atau semprotan hidung yang mengandung garam. Hal ini diharapkan mampu melegakan tenggorokan dari aliran lendir dan membersihkan hidung dari ingus.
  • Buatlah kamar uap hangat, Orang tua atau pengasuh juga bisa menempatkan air hangat di dalam bak atau menghidupkan pancuran air panas, di kamar mandi. Hal ini disarankan seorang dokter anak untuk mengurangi sukarnya hidung bayi bernapas ketika flu. Temani Si Kecil duduk di dalam kamar mandi tersebut selama sekitar 15 menit. Hal ini dilakukan agar bayi yang sedang pilek bisa menghirup uap hangat yang mengisi ruangan. Hawa panas dari uap ini bisa membuat ingus di hidung bayi lebih mudah keluar. Hal ini juga dapat melegakan dada Si Kecil sehingga mudah bernapas lega.
loading...

"Lebih baik aku lelah mengejar matahari, daripada aku berdiam diri menunggu bintang jatuh"

Share this

Related Posts

loading...