loading...

Penyebab Anemia dan Cara Mencegah Anemia


Pengertian Anemia
Anemia adalah suatu kondisi tubuh yang terjadi ketika sel-sel darah merah (eritrosit) dan/atau Hemoglobin (Hb) yang sehat dalam darah berada dibawah nilai normal (kurang darah). Hemoglobin adalah bagian utama dari sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen. Jika seseorang kekurangan sel darah merah, atau hemoglobin yang normal, maka sel-sel dalam tubuh tidak akan mendapatkan oksigen yang cukup, akibatnya tumbullah gejala anemia. Gejala anemia seperti lemah dan lesu terjadi karena organ-organ tidak mendapatkan apa yang mereka butuhkan untuk berfungsi dengan baik, yaitu oksigen. Dalam masyarakat kita anemia dikenal dengan istilah kurang darah. Kurang darah (anemia) ini berbeda dengan darah rendah. Darah rendah merupakan rendahnya tekanan darah, sedangkan anemia adalah kurangnya sel darah merah atau hemoglobin seperti telah disebutkan di atas. Hal ini sengaja saya perjelas disini karena saya masih sering menemukan pasien yang salah dalam meng arti kan Anemia (kurang darah).
Secara garis besar, komponen darah manusia terdiri atas 3 jenis sel darah yaitu sel darah merah (eritrosit), trombosit (keping darah), dan sel darah putih (leukosit).
Pada kondisi anemia, komponen sel darah merah (eritrosit) yang ada di dalam darah mengalami penurunan. Sel darah merah berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru dan mendistribusikannya ke seluruh tubuh serta mengangkut balik karbon dioksida dari jaringan tubuh kembali ke paru-paru. Fungsi ini dapat berjalan karena adanya zat yang disebut dengan hemoglobin (Hb) di dalam eritrosit.
Jika kondisi anemia terus berlanjut, jaringan-jaringan yang membentuk organ tubuh akan mulai kekurangan oksigen dan tidak lagi mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Bahkan pada beberapa kasus, anemia dapat menyebabkan kerusakan dan kegagalan organ.

Penyebab anemia
Pada dasarnya anemia disebabkan oleh 3 kondisi, yaitu:
1. Kehilangan darah
Pada kasus trauma atau kecelakaan yang menyebabkan perdarahan hebat, tubuh akan mengalami banyak kehilangan darah dan hal ini akan menimbulkan anemia. Kondisi ini harus segera diatasi dengan mengganti jumlah volume darah yang hilang dengan transfusi darah.

2. Peningkatan kerusakan sel darah merah (hemolisis)
Dalam kondisi normal, sel darah merah akan rusak dengan sendirinya setelah 120 hari kemudian digantikan dengan sel darah merah yang baru. Pada kondisi hemolisis, sel darah merah mengalami kerusakan dan penghancuran diri sebelum waktunya. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti:
  • Kekurangan enzim G6PD
  • Infeksi virus, misal pada hepatitis dan cytomegalovirus(CMV)
  • Infeksi bakteri, misal oleh bakteri Clostridia
  • Infeksi protozoa, seperti pada penyakit malaria yang merusak dan menghancurkan sel darah merah secara langsung
  • Anemia bulan sabit, di mana bentuk sel darah merah tidak sempurna dan menyerupai bulan sabit
  • Paparan terhadap obat dan zat kimia tertentu
  • Penyakit autoimun, di mana antibodi tubuh menyerang sendiri sel darah merah yang ada
  • Keganasan, terutama pada leukemia atau keganasan sel darah putih di mana leukosit memangsa sel darah merah sehingga jumlahnya menurun drastis

3. Penurunan produksi sel darah merah
Sel darah merah diproduksi di beberapa tempat, seperti limfa, ginjal, dan sumsum tulang. Kelainan dan disfungsi pada organ-organ tersebut dapat menyebabkan gagalnya produksi sel darah merah. Selain itu, kekurangan zat-zat yang digunakan dalam pembentukan sel darah merah, seperti zat besi, vitamin B12, dan folat juga dapat menyebabkan terjadinya anemia.

Gejala anemia
Gejala anemia yang muncul pada setiap penderita berbeda-beda, bergantung pada penyebab anemia yang dialami masing-masing orang. Gejala-gejala yang muncul pada anemia dapat berupa:

1. Kulit tampak pucat
Gejala ini paling umum terjadi pada penderita anemia karena zat merah darah sudah menipis sehingga kulit tampak lebih putih pucat. Bagian kulit yang tampak paling pucat adalah bibir dan telapak tangan.

2. Kelopak bawah mata bagian dalam tampak pucat
Kelopak bawah mata bagian dalam adalah tempat yang paling banyak dialiri oleh pembuluh darah. Jika sel darah merah berkurang, maka daerah tersebut akan tampak putih pucat.

3. Tangan dan kaki menjadi dingin
Pada anemia yang cukup berat, tangan dan kaki akan menjadi dingin karena oksigen yang dihantarkan ke ujung kaki dan tangan berkurang. Darah akan lebih memilih untuk menyuplai otak dan organ tubuh penting lainnya sehingga tangan dan kaki mendapat suplai yang lebih sedikit.

4. Mudah lelah dan mengantuk
Pada anemia sudah tentu oksigen yang diedarkan sangat sedikit. Hal ini menyebabkan organ-organ tubuh tidak lagi mendapat cukup oksigen sehingga tubuh akan cenderung mudah lelah dan anda akan merasa lebih mudah mengantuk karena oksigen di otak juga menurun.

5. Pandangan menjadi gelap
Penderita anemia akan sering mengalami pandangan gelap mendadak terutama saat berdiri. Hal ini dikarenakan suplai oksigen ke otak sudah mulai berkurang.

6. Denyut jantung meningkat
Penderita anemia akan merasa berdebar-debar karena denyut jantungnya meningkat. Hal ini sebagai respon jantung untuk lebih keras dan cepat dalam memompa darah agar kebutuhan oksigen di seluruh tubuh tercukupi.

7. Sakit kepala
Gejala sakit kepala muncul pada anemia akibat oksigen berkurang di dalam otak. Pembuluh darah di kepala akan melebar agar darah yang masuk lebih banyak. Hal inilah yang menyebabkan sakit kepala.

8. Sesak nafas
Pada anemia berat di mana Hb < 7, sesak nafas akan muncul sebagai respon dari tubuh akibat oksigen yang berkurang.

Perbedaan anemia dan darah rendah
Kebanyakan orang menganggap anemia sama dengan darah rendah. Hal ini dikarenakan beberapa gejala yang muncul mirip satu dengan yang lainnya. Padahal, anemia dan darah rendah adalah dua hal yang berbeda. Kedua kondisi ini juga membutuhkan penanganan yang berbeda. Berikut beberapa perbedaan anemia dengan darah rendah:
1. Anemia disebabkan karena kurangnya sel darah merah di dalam tubuh, sedangkan darah rendah atau yang dalam istilah medisnya disebut hipotensi adalah kondisi di mana tekanan darah di dalam tubuh menurun dikarenakan darah yang dipompa dari jantung ke seluruh tubuh menurun.

2. Anemia dicek dengan pengukuran kadar Hb dalam darah, di mana kdar Hb<11mg/dl, sedangkan tekanan darah rendah diukur dengan menggunakan tensimeter dan dikatakan rendah bila <90/60mmHg.

3. Anemia membutuhkan penanganan dengan mengganti sel darah merah yang hilang atau meningkatkan produksi sel darah merah, sedangkan darah rendah ditangani dengan meningkatkan pompa darah ke seluruh tubuh, dapat dengan menambah volume cairan atau meningkatkan kontraksi jantung.

Cara mencegah anemia
Anemia dapat dicegah dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menerapkan pola hidup sehat dengan memperhatikan asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Berikut cara-cara untuk mencegah anemia:

1. Makan makanan yang mengandung zat besi
Zat besi adalah mineral yang diperlukan tubuh dalam pembentukan sel darah merah. Anda dapat mencegah anemia dengan makan makanan yang mengandung zat besi yang terdapat pada daging sapi, hati sapi, telur, bayam, daun singkong, dan juga buah-buahan seperti anggur, markisa, sukun, dan kurma.

2. Mengkonsumsi vitamin B12
Anda dapat mengkonsumsi vitamin B12 baik dalam bentuk suplemen atau dari makanan sehari-hari. Anda dapat mengkonsumsi protein hewani yang mengandung vitamin B12 seperti ikan tuna, ikan salmon, kepiting dan daging sapi untuk mencegah anemia karena kekurangan vitamin B12.

3. Mengkonsumsi makanan yang mengandung folat
Folat juga berperan dalam membantu pembentukan sel darah merah. Oleh karena itu, mengkonsumsi makanan yang mengandung folat seperti brokoli, asparagus, tomat, danpisang sangat dianjurkan.

4. Mengkonsumsi cukup vitamin C
Vitamin C berperan dalam membantu penyerapan zat besi untuk pembentukan sel darah merah. Oleh karena itu, mengkonsumsi buah-buahan seperti jeruk, tomat, dan anggur dapat membantu mencegah anemia.

5. Membatasi minuman yang menghambat penyerapan zat besi
Kopi dan teh adalah minuman yang menghambat penyerapan besi. Jika minuman ini dikonsumsi rutin, terutama setelah makan makanan yang mengandung zat besi, maka asupan zat besi akan sia-sia dan mengakibatkan anemia.

6. Waspada akan adanya perdarahan
Bila ada perdarahan yang terus mengalir ataupun perdarahan yang tersembunyi seperti feses berubah warna menjadi hitam atau urin tampak lebih gelap, anda harus waspada akan kemungkinan anemia yang terjadi dan segera memeriksakan diri ke dokter.

loading...

"Lebih baik aku lelah mengejar matahari, daripada aku berdiam diri menunggu bintang jatuh"

Share this

Related Posts

loading...