loading...

Penyebab Sakit Pinggang dan Cara Mengatasi Sakit Pinggang


Pinggang ialah bagian tubuh manusia yang terletak di antara perut dan pinggul. Merupakan bagian tersempit di batang tubuh pada orang-orang yang proporsional.
Garis pinggang merujuk pada garis horizontal di mana garis pinggang itu adalah yang tersempit, atau pada penampakan umum pinggang. Orang-orang yang menjalai diet sering dikatakan mencoba "memperbaiki" garis pinggangnya.
Ukuran pinggang atau lingkaran pinggang seseorang menandakan obesitas seseorang. Lemak perut berlebih adalah faktor risiko berkembangnya penyakit jantung dan penyakit terkait obesitas lainnya. National, Heart, Lung and Blood Institute (NHLBI) mengklasifikasikan risiko penyakit terkait obesitas tinggi jika seseorang memiliki lingkar pinggang lebih dari 102 cm (40 in), dan wanita memiliki lingkar pinggang lebih dari 88 cm (35 in).
Sebuah studi yang diterbitkan dalam The European Heart Journal pada bulan April 2007 menunjukkan lingkar pinggang dan rasio pinggang-pinggul adalah prediktor peristiwa kardiovaskular.

Penyebab Utama Sakit Pinggang Pada Seseorang
1. Adanya Cedera Pada Sendi
Pada kasus cedera sendi biasanya terjadi pada orang dewasa khususnya para orang lanjut usia. Hal disebabkan karena bagian sendi pada bagian tulang belakang mendapat tekanan dari tulang rawan hingga merubah posisi syaraf tulang belakang. Kondisi ini terjadi akibat mengangkat bebean yang terlalu berat dan adanya salah gerak saat menjalani aktifitas.

2. Adanya Kondisi Penyempitan Tulang Belakang
Kondisi penyempitan tulang belakang adalah kondisi dimana syaraf tulang belakang mendapat tekanan dari tulang belakang itu sendiri akibat posisinya yang tidak normal, akibatnya penekanan ini dapat menyebabkan rasa nyeri dan sakit pada sekitar wilayah pinggang.

3. Adanya Kelainan Postur Tubuh Sejak Lahir
Beberapa kelainan kelainan postur tubuh seperti kiposis, lordosis dan skoliosis,akan menyebabkan sakit pinggang yang berlarut-larut dan semakin parah apabila dibiarkan saja tanpa adanya penanganan medis. Kondisi bawaah sejak lahir ini sebenarnya bisa ditangani sedini mungkin bila telah diketahui sejak awal.

4. Indikasi Penyakit Ginjal
Adanya indikasi penyakit ginjal pada seseorang juga bisa menjadi salah satu penyebab sakit pinggang terjadi. Untuk kasus sakit gagal ginjal akut dapat menyebabkan rasa sakit sekitar pinggang menjadi semakin parah pula.
Hal ini disebabkan ginjal yang tidak berfungsi lagi akan menyebabkan penyaringan cairan pada tubuh tidak berjalan secara normal, akibatnya kemudiancairan elektrolit pada tubuh menjadi tidak seimbang lagi dari batas normal cairan tubuh itu sendiri.

5. Obesitas atau Kelebihan Berat Badan
Bagi seseorang yang menderita kelebihan berat badan (obesitas) dapat menyebabkan terjadinya sakit pinggang. Hal ini terjadi berat badan yang menumpuk tersebut akan memberikan tekanan besar pada semua bagian otot tubuh dan persendian tak terkecuali pada tulang bagian belakang. Akibatnya timbul rasa nyeri dan sakit pada sekita wilayah pinggang seseorang.

6. Penyakit Osteoporosis
Penyakit osteoporosis adalah suatu penyakit yang menyerang tulang pada seseorang, akibatnya tulang rapuh dan lemah sehingga tidak dapat menjalani fungsinya lagi secara normal.
Pada kasus tertentu, penyakit osteoporosis lebih banya menyerang kaum perempuan terutama yang telah mengalami menopause. Perubahan hormon tubuh akibat menoupose ini dapat melemahkan fungsi kalsium pada tubuh akibatnya memicu sakit pinggang yang berkepanjangan.
Pada sebagian penderita sakit pinggang akibat penyakit osteoporosis sebenarnya dapat dicegah sejak awal dengan selalu mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung zat kalsium sejak masih masa pertumbuhan sampai beranjak dewasa.

Cara Mengatasi Dan Mencegah Terjadinya Sakit Pinggang
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam rangka mengatasi dan mencegah terjadinya sakit pinggang. Apa saja itu? Berikut penjelasannya!

• Rutin memeriksakan kesehatan, hal ini perlu dilakukan minimal 6 bulan sekali, hal diperuntukkan agar seseorang dapat selalu mengetahui kondisi kesehatannya sehingga bisa sedini mungkin menjaga atau mencegah bahkan mengobati suatu penyakit tak terkecuali sakit pinggang yang tentunya dapat menyerang dikemudian hari. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang telah mengalami sakit pinggang, memeriksakan kepada tim medis adalah cara terbaik yang harus dilakukan agar mendapatkan penanganan medis untuk mengatasi sakit pinggang yang sudah terlanjur diderita.
• Rajin berolahraga dalam rangka menjaga kelenturan otot dan sendi pada tubuh sehingga otot dan sendi pun bisa melaksanakn fungsinya secara normal.
• Tidak Merokok, mengapa demikian? Zat-zat racun pada rokok dapat menyebabkan melemahnya syaraf dan jaringan pada tubuh. Ketika syaraf dan jaringan tubuh tersebut tidak berfungsi dengan baik maka akan berpotensi melemahnya organ-organ tubuh pula terutama tulang belakang yang dapat menyebabkan sakit pinggang.
• Menjaga pola makan dengan gizi seimbang, hal ini dimaksudkan agar tubuh tercukupi dalam hal gizi dan zat penting lainnya. Bila hal itu terpenuhi, maka secara normal setiap organ-organ tubuh pun berfungsi dengan normal terutama pada tulang.
• Selalu menjaga aktivitas tubuh secara baik.
Menjaga setiap aktivitas atau gerak secara baik merupakan salah satu mencegah terjadinya penyakit pinggang pada seseorang. Istirahat secara cukup, menjaga posisi tubuh mulai dari duduk, bersandar, berbaring bahkan saat mengangkat beban berat.

Jenis-jenis Sakit Pinggang
Secara umum, terdapat tiga jenis sakit pinggang yang menentukan penyebab, yaitu :

  • Sakit pinggang nonspesifik, Dalam jenis ini, penderita mengalami rasa sakit tanpa penyebab yang jelas. Sakit pinggang akut termasuk dalam jenis ini, dengan intensitas nyeri mulai dari ringan hingga berat.
  • Sciatica, Dua puluh persen penderita mengalami sciatica atau sakit pinggang yang disebabkan oleh saraf tulang belakang yang rusak atau terjepit. Cakram yang lepas atau slip discadalah salah satunya, dengan tahap intensitas sub-akut hingga kronis. Rasa nyeri seperti ditusuk atau mati rasa biasanya dirasakan dari pinggang hingga kaki.
  • Sindrom cauda equina, Sindrom cauda equina adalah kondisi jarang namun sangat membahayakan. Kelainan ini dapat menyebabkan saraf tulang punggung paling bawah tertekan, mengakibatkan rasa sakit pinggang hebat, gangguan pada sistem kemih, anus mati rasa hingga melemahkan fungsi salah satu atau kedua kaki.

Pengobatan Sakit Pinggang
Sebagian besar kasus sakit pinggang dapat pulih dengan sendirinya tanpa penanganan dokter, khususnya dalam jangka waktu 72 jam. Beberapa cara seperti mengompresnya dengan air hangat dan dingin secara bergantian, mengistirahatkan pinggang dengan alas bantal atau handuk baik secara lurus atau menyamping, mandi dengan air hangat, hingga mengonsumsi obat seperti ibuprofen atau paracetamol dapat dilakukan untuk mempercepat pemulihan.
Jika Anda ingin melakukan olahraga, terapi pijat, akupuntur, atau cara tradisional lainnya, disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu. Jika rasa sakit tidak kunjung reda setelah 72 jam, disarankan untuk menemui dokter agar dapat diberikan pengobatan lebih lanjut.
Obat-obatan yang biasa diberikan oleh dokter untuk mengatasi sakit pinggang, yaitu analgesik, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs), antikejang, antidepresan, hingga obat pereda nyeri dalam bentuk oles atau semprotan. Dalam kondisi kronis, dapat juga diberikan suntikan kortikosteroid.
Bersama dengan pemberian obat-obatan, berikut ini adalah beberapa terapi yang biasa dilakukan untuk sakit pinggang :
  • Terapi fisik, untuk menguatkan otot, meningkatkan kemampuan pergerakan dan kelenturan, serta memperbaiki postur tubuh.
  • Manipulasi tulang belakang, untuk mengatur dan menstimulasi tulang belakang dengan jaringan disekelilingnya. Terapi ini hanya dapat dilakukan oleh dokter yang bersertifikasi.
  • Traksi (traction), dengan menggunakan beban untuk menarik struktur tulang belakang hingga seimbang.
  • Biofeedback, dengan menggunakan elektroda untuk memantau pernapasan, kekuatan otot, denyut jantung, dan suhu kulit agar dapat menyesuaikannya dengan kondisi tubuh.
  • Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS), dengan menanamkan elektroda bertenaga baterai pada bagian pinggang yang sakit untuk memblokir sinyal listrik yang bermasalah dari sistem saraf tepi.
  • Nerve block. Terapi ini dilakukan dengan cara menekan hingga mematikan stimulasi saraf yang bermasalah menggunakan suntikan bius lokal, botulinum toxin, atau steroid pada bagian yang nyeri.
  • Suntikan steroid epidural, yaitu terapi jangka pendek untuk meredakan peradangan pada pinggang.
Jika obat-obatan dan terapi tidak membuahkan hasil, dokter mungkin akan menyarankan operasi. Operasi juga mungkin akan disarankan jika pasien mengalami kondisi-kondisi seperti ketidakmampuan menahan kemih atau penurunan fungsi saraf. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan meliputi :
  • Disektomi, untuk meredakan tekanan pada saraf tulang belakang yang disebabkan oleh cakram yang terselip dengan mengangkat bagian kecil dari kanal tulang belakang atau lamina.
  • Nukleoplasti, untuk mengangkat bagian dalam cakram dengan menggunakan alat khusus menyerupai tongkat yang dipasang melalui jarum. Alat tersebut juga dilengkapi gelombang radio untuk menghangatkan dan mengecilkan jaringan tulang belakang.
  • Ablasi atau radiofrequency lesioning, untuk menginterupsi komunikasi saraf melalui gelombang radio dengan cara menanamkan jarum khusus yang dipanaskan.
  • Foraminotomi, untuk memperbesar atau membersihkan bagian foramen atau titik akhir saraf pada kanal tulang belakang dengan cara mengangkat sebagian kecil tulang di sekitar saraf yang terhambat dan tertekan. 
  • Terapi elektrotermik intradiskal (IDET), untuk menguatkan serat kolagen pada cakram dan meredakan iritasi saraf tulang belakang melalui penanaman kateter dan kawat khusus yang dipanaskan.
  • Vertebroplasti dan kyphoplasty, untuk memperbaiki patahan tulang belakang yang terjadi karena osteoporosis dengan cara memasukan jarum dan menyuntikan semen khusus untuk menguatkan tulang.
  • Spinal fusion, untuk menguatkan tulang belakang dan meredakan rasa sakit saat bergerak dengan cara mengangkat beberapa bagian tulang belakang dan digabungkan dengan alat besi khusus melalui perut (lumbar interbody fusion) atau punggung (posterior fusion).
  • Pemasangan cakram buatan. Ini merupakan tindakan alternatif mengangkat cakram yang rusak secara parah dan menggantinya dengan cakram buatan di antara tulang belakang.
Sebelum mengonsumsi obat-obatan, melakukan terapi atau operasi, pastikan Anda menanyakan dokter mengenai potensi efek samping dan risiko komplikasi yang mungkin terjadi.

Komplikasi Sakit Pinggang
Meskipun jarang, berikut adalah komplikasi yang dapat menyerang penderita sakit pinggang, seperti:
  • Sindrom Cauda Equina, Komplikasi ini umumnya terjadi saat kondisi cakram terdorong pada kanal tulang punggung, menekan lumbar dan sistem saraf, mengakibatkan penderita tidak mampu menahan kemih dan tinja. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi kerusakan fungsi saraf yang permanen.
  • Depresi, Penderita yang beristirahat di tempat tidur untuk waktu yang lama (tirah baring/bedrest) saat sakit pinggang dapat mengalami depresi dikarenakan minimnya pergerakan dan kemampuan melakukan aktivitas seperti biasanya. Selain depresi, tirah baring juga dapat menyebabkan kondisi medis lainnya seperti penurunan tonus otot hingga terbentuknya gumpalan darah pada pembuluh darah kaki.
Pencegahan Sakit Pinggang
Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah sakit pinggang, seperti :
  • Melakukan olahraga peregangan otot setidaknya 30 menit sehari.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Menjaga postur tubuh dengan menghindari posisi bungkuk saat duduk dan berdiri.
  • Mengangkat beban dengan kekuatan lutut dan kaki, tanpa memelintirkan tubuh.
  • Menghindari mengangkat beban melebihi kemampuan tubuh.
  • Berhenti merokok untuk menjaga kesehatan tulang.
  • Mengonsumsi asupan nutrisi yang tepat.
  • Selalu meregangkan tubuh secara berkala, khususnya bagi orang dengan pola hidup sedentari.
  • Tidur dengan posisi menyamping dan lutut melipat keatas untuk mengurangi penekanan pada pinggang. Gunakanlah alas tidur yang kuat dan sesuai dengan postur tubuh.
  • Memilih perabotan sesuai dengan tinggi badan.
  • Menghindari penggunaan sepatu hak tinggi untuk waktu yang lama.
loading...

"Lebih baik aku lelah mengejar matahari, daripada aku berdiam diri menunggu bintang jatuh"

Share this

Related Posts

loading...