loading...

Penyebab Serangan Penyakit Jantung Koroner dan Mencegah Penyakit Jantung Koroner



jantung koroner adalah penyakit jantung yang disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan pembuluh arteri koroner akibat adanya penumpukan zat lemak atau kolestrol pada lapisan terdalam bawah (endotolium) pembuluh nadi manusia.
Tersumbatnya arteri koroner pada tubuh seseorang akan mengurangi volume atau bahkan menghentikan aliran darah yang mensuplai oksigen ke otot jantung yang kemudian akan mengakibatkan kerja jantung dalam memompa darah menjadi terganggu.
Akibat otot jantung kekurangan suplai oksigen, maka kerja jantung sendiri akan menjadi lemah dan tidak dapat menyediakan suplai darah ke seluruh tubuh manusia.
Lalu apa sebenarnya faktor pemicu terjadinya penyempitan pembuluh arteri kororoner yang mengakibatkan terjadinya serangan penyakit jantung koroner? Banyak faktor sebagai penyebab terjadinya penyakit jantung koroner pada seseorang. Untuk kesempatan ini caramedis.com akan menjelaskan 9 faktor penyebab serangan jantung koroner yang umumnya terjadi pada seseorang, berikut ulasannya!
Penyebab Serangan Penyakit Jantung Koroner 


1. Faktor Kolestrol Tinggi
Resiko penyakit jantung koroner pada seseorang terjadi akibat kolestrol dalam darah seseorang sangat tinggi. Oleh karena itu, upaya membatasi kadar kolestrol dalam darah adalah adalah sangat penting agar terhindar dari penyakit jantung koroner.
Sedangkan untuk sebagian orang yang memiliki kolestrol tinggi bisa jadi memerlukan obat-obatan medis tertentu sehingganya menghubungi dokter untuk mengurangi kadar kolestrol tinggi adalah menjadi cara yang penting pula.

2. Faktor Keturunan Yang Menderita Jantung Koroner Sebelumnya
Penyakit jantung koroner dapat terjadi karena faktor keturunan, oleh karena itu faktor keturunan ini patut untuk anda khawatirkan. Telusuri riwayat penyakit yang pernah diderita oleh keluarga sebelumnya sangatlah penting dalam rangka diceritakan kedokter.
Sehingga kemudian dokter dapat memutuskan untuk melakukan tes pemeriksaan kepada anda dalam meastikan terserang penyakit jantung kororner atau tidak.

3. Faktor Usia Seseorang
Resiko paling besar untuk terserang penyakit jantung koroner adalah faktor usia seseorang. Usia 45 tahun pada seseorang laki-laki dan usia 55 tahun pada seorang perempuan adalah rentang masa waktu rawan terkena serangan jantung koroner.
Untuk itu pada saat usia tersebut sebaiknya seseorang selalu menjaga dan memperhatikan pola makan, gaya hidup dan rutin memeriksakan kesehatan adalah cara terbaik untuk menghindari serangan penyakit jantung koroner.

4. Faktor Tekanan Darah Tinggi
Jika tekanan darah seseorang tinggi akan dapat menjadi pemicu terjanya serangan jantung koroner. Untuk itu, mengurangi dan mengontrol tekanan darah agar menjadi normal dapat dilakukan dengan berbagai cara mulai dari berolahrga teratur, mengurangi berat badan, mengkonsumsi obat tertentu untuk menormalkan tekanan darah hingga melakukan diet mayo (mengurangi konsumsi garam).

5. Faktor Merokok
Seseorang yang memiliki kebiasaan merokok dapat beresiko terkena serangan jantung koroner. Hal ini disebabkan asap rokok yang dihisap dapat mengurangi asupan oksigen yang masuk ke otak danpembuluh darah.

6. Faktor Berat Badan (Obesitas)
Berat badan yang berlebihan pada seseorang akan memberikan tegangan atau beban yang ekstra pada pembuluh darah dan jantung. Lama kelamaan kerja kedua organ tersebut akan semakin lemah sehingga kemudian dapat memicu terjadinya serangan penyakit jantung Koroner.

7. Faktor Diet Yang Tidak Sehat
Diet yang tidak sehat ternyata dapat memicu terjadinya serangan jantung koroner. Alih-alih mengurangi kolestrol tetapi karena caranya tidak sehat justru dapat memicu melemahnya kinerja jantung. Untuk itu diet sehat untuk mencegah terjadinya serangan jantung koroner adalah diet dengan tinggi serat dan rendah lemak.

8. Faktor Jarang Berolahraga
Orang yang rutin berolahraga akan memiliki peluang besar terhindar dari serangan jantung koronerdibandingkan dengan orang yang jarang berolahraga. Lakukan olahraga secara rutin kurang lebih 30 menit sampai dengan 1 jam sebanyak 4-6 kali dalam seminggu adalah upaya efektif dalam mencegah penyakit serangan jantung koroner.

9. Faktor Masalah Kesehatan Lain
Seseorang yang memiliki masalah kesehatan seperti penyakit diabetes mellitus ternyata dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya penyakit serangan jantung koroner. Oleh karena itu, segera konsultasikan ke dokter Anda saat memiliki masalah kesehatan selain jantung koroner itu sendiri.

Tips Mencegah Penyakit Jantung
Agar terhindar dari penyakit jantung koroner, Anda dapat melakukan hal-hal berikut :


  • Pola makan sehat, Hindari makanan yang banyak mengandung lemak atau yang mengandung kolesterol tinggi. Seafood memiliki kandungan kolesterol tinggi yang dapat membahayakan jantung. Kurangi menyantap makanan yang digoreng yang banyak mengandung lemak, sebaliknya makanan dapat diolah dengan cara direbus, dikukus atau dipanggang. Sebisa mungkin, produk makanan yang kita makan rendah lemak atau tanpa lemak. Pilih susu, keju, mentega atau makanan lain yang rendah lemak. Menggoreng dengan menggunakan minyak zaitun memiliki kandungan lemak yang sedikit sehingga bisa menjadi pilihan bila harus mengolah makanan dengan cara digoreng. Selain menghindari makanan berlemak, hindari juga makanan dengan kandungan gula tinggi seperti soft drink. Jangan pula tertalu banyak mengkonsumsi karbohirat, karena dalam tubuh, karbohidrat akan dipecah menjadi lemak. Sebaliknya, konsumsi oat atau gandum yang dapat membantu menjaga jantung tetap sehat. Jaga pola makan tidak berlebihan agar terhindar dari kegemukan, karena seseorang yang memiliki lingkar pinggang lebih dari 80 cm, berisiko lebih besar terkena penyakit ini.
  • Berhenti merokok, Mengisap rokok sangat tidak baik untuk kesehatan jantung, maka segera hentikan kebiasaan ini agar jantung tetap sehat.
  • Hindari Stres, Stres memang sangat sulit dihindari jika hidup di kota besar seperti Jakarta yang dikenal karena kemacetan dan kesibukannya. Saat seseorang mengalami stres, tubuhnya akan mengeluarkan hormon cortisol yang menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku. Hormon norepinephrine akan diproduksi tubuh saat menderita stres, yang akan mengakibatkan naiknya tekanan darah. Maka, sangat baik bila Anda menghindari stres baik di kantor atau di rumah.
  • Hipertensi, Problem hipertensi atau tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan penyakit jantung. Hipertensi dapat melukai dinding arteri dan memungkinkan kolesterol LDL memasuki saluran arteri dan meningkatkan penimbunan plak.
  • Obesitas, Kelebihan berat atau obesitas meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidaknormalan lemak. Menghindari atau mengobati obesitas atau kegemukan adalah cara utama untuk menghindari diabetes. Diabetes mempercepat penyakit jantung koroner dan meningkatkan risiko serangan jantung.
  • Olahraga secara teratur, Anda dapat melakukan kegiatan olahraga seperti berjalan kaki, jalan cepat, atau jogging. Kegiatan olahraga yang bukan bersifat kompetisi dan tidak terlalu berlebihan dapat menguatkan kerja jantung dan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh.
  • Konsumsi antioksidan, Polusi udara, asap kendaraan bermotor atau asap rokok menciptakan timbulnya radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas dapat menyebabkan bisul atau endapan pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyumbatan. Untuk mengeluarkan kandungan radikal bebas dalam tubuh, perlu adanya antioksidan yang akan menangkap dan membuangnya. Antioksidan dapat diperoleh dari berbagai macam buah-buahan dan sayuran.
  • Keturunan, Seorang yang orang tua atau saudara kandungnya pernah mengalami serangan jantung sebelum usia 60 memiliki risiko lebih besar menderita penyakit ini. Karena itu, jika Anda memiliki kerabat yang pernah mengalami serangan jantung, sebaiknya Anda lebih berhati-hati dalam menjaga agar pola makan dan gaya hidup Anda dapat menunjang jantung sehat.

Cara Mengatasi Penyakit Jantung
Jika Anda merasakan gejala awal penyakit jantung ataupun pernah mengalami serangan jantung ringan, jangan abaikan itu. Anda sangat membutuhkan penanganan dini oleh personel medis yang terlatih. Ini dapat menyelamatkan jantung dari kerusakan yang lebih parah dan bahkan dapat menghindari akibat yang lebih fatal seperti kematian.
Namun jika gejala serangan jantung mulai terjadi, sangat penting untuk segera mencari bantuan medis. Risiko kematian terbesar dari serangan jantung adalah dalam kurun waktu satu jam setelah terjadi serangan jantung. Perawatan yang cepat dan tepat dari tim medis dapat menyelamatkan otot jantung dari kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Semakin banyak otot jantung yang terselamatkan, semakin efektif jantung akan kembali memompa setelah serangan. Jangan menunda-nunda untuk mendapatkan bantuan medis karena merasa takut dianggap mengada-ada.
Bila telah terjadi penyumbatan, tindakan medis yang umumnya diambil adalah dengan pemasangan kateterisasi dan cincin yang menjaga agar pembuluh darah koroner tidak tersumbat. Tetapi, ada kemungkinan terjadi penyumbatan pada pembuluh lainnya. Sayangi Jantung Anda Melihat berharganya organ jantung ini untuk kelangsungan hidup, maka segeralah perbaiki gaya hidup Anda agar tetap sehat. Mulailah menikmati makanan yang sehat, bergizi dan rendah kolesterol. Hindari merokok dan stres. Serta berolahragalah secara teratur. Mulailah dengan gaya hidup yang sehat sejak hari ini untuk menyayangi jantung Anda.

loading...

"Lebih baik aku lelah mengejar matahari, daripada aku berdiam diri menunggu bintang jatuh"

Share this

Related Posts

loading...